:into minimalism : less is MORE

kebiasaan sama hasil sama, kebiasaan beda hasil beda

Mulai November 2013 rumah tambah 2 kepala keluarga dari Bokap Nyokap dan Adik Ipar yang sementara ‘ngungsi’ terlebih dahulu karena sedang membangun rumah tepat di tanah kosong sebelah rumah. Sudah pasti kalau orang pindahan kebayanglah konflik-konflik manajemen barang, ini taro sana, ini taro sini dan seterusnya.

3 kepala keluarga sama dengan 3 habits ( kebiasaan) yang berbeda pula

Jadi kebayanglah ya..

Ada yang menarik tetang habits ini yaitu pada saat saya memindahkan tempat galon air mineral. Pindahinnya sih cuma jarak 2 meter aja bersebrangan, nah yang membuat saya terkesima tentang habits atau kebiasan ini adalah ketika sehabis makan biasanya saya langsung ambil air di tempat galon air mineral yang lama. Tanpa mikir kaki ini dan tangan secara otomatis gerak tanpa berfikir, baru sadar pas tangan udah nyodorin untuk ambil airnya, eh galon tempat airnya udah gak disini ternyata berada tepat dibelakang saya.Ini terjadi kira2 seminggu-an setelah itu baru otak pikiran alam bawah sadar saya mulai terbiasa atau sudah ter install dengan sukses program baru yaitu tempat letak galon yang baru ada dimana. Baru deh setelah itu habit kebiasaan baru tercipta dan sudah otomatis badan ini gerak tanpa mikir untuk ngambil air dimana walaupun sambil telponan.

Kejadian di atas sama dengan kalau kita sedang belajar mobil pertama kali, masih mikir keras untuk pindahin gigi perseneling, tapi kalau udah lihai, lancar, sambil bb-an, update twitter, telpoan, ngemil dll, oper gigi, gas, rem tangan kaki langsung otomatis bergerak, ya kan? hehe..

Kebiasaan lama akan menghasilkan hasil yang lama, kebiasaan baru akan menghasilkan hasil yang baru seperti kata2 berikut..

Jika ingin hasil yang beda gunakanlah cara yang beda tapi kalau pingin hasil beda dengan cara yang sama, orang itu orang gila katanya Einstein.

Jadi hasil kita saat ini adalah akumulasi dari kebiasaan kita yang boleh jadi sudah bulanan bahkan sudah menahun. Jadi jika ingin mengubah hasil, kenali dulu kebiasaan yang kita ingin rubah. Setelah sadar dengan kebiasaan kita saat ini barulah rubah kebiasaan kita agar hasilnya berbeda juga diluar hasilnya negatif atau positif yang akan menjadi pengalaman dan pembelajaran untuk merubah kembali ke yang lebih baik.

Pertamanya memang rada sedikit butuh pemaksaan karena ada gesekan dari kebiasaan baru ke kebiasaan lama. Tapi yaa itu mesti di paksa!

Pola di atas berlaku untuk segala aspek kehidupan untuk karir, bisnis, ibadah, perilaku, omongan, pergaulan, dan sebagainya.

First thing first kenali dulu apa impian kita dengan jelas.
Kenali kebiasaan saat ini apakah layak mendapatkan hasil untuk mencapai impian tersebut.
Jika kebiasaan saat ini sudah layak untuk mencapai impian yaa tinggal konsisten saja cepat atau lambat akan terkabul adanya.
Jika kebiasaan saat ini gak layak untuk mencapai impian, ya rubah kebiasaanya, paksa dan paksa mungkin satu bulan, dua bulan barulah kebiasaan baru tersebut menghasilkan hasil yang baru.
Balik lagi dari pertama dan begitu seterusnya
Semoga bermanfaat



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe: rss | twitter | +