:into minimalism : less is MORE

take less to live more

Pengen nulis lebih lagi terkait tweet ogut kemarin ” zaman sudah berubah tapi sebenernya yang dibutuhkan manusia dari dulu gak berubah ”

Memang kita sadari zaman sudah berubah apalagi hidup di kota2 besar  yang namanya teknologi informasi tahu sendiri perkembangannya yang saat ini merubah gaya hidup manusia. Smart phone, notebook, remote tv, email, facebook, confrence, blackberry, mesin cuci, dan buanyaak lagi. Semua jadi dibikin gampang tinggal ketik selesai, tinggal jepret jadi, tinggal email terkirim, tinggal sms banking  lunas , tinggal gesek bayar dll.

Melihat semua ini  korporasi, perusahaan besar sony, mac, toshiba, sharp, blackberry, pizza hut, toyota, honda, mc donald, canon, hp, microsoft, samsung dsb berlomba-lomba mempersiapkan strategi marketing, promosi untuk “meng-sugesti” kita semua bahwa produk mereka memberi solusi, bermanfaat, dan dibutuhkan oleh kita semua. Kerennya lagi mereka sudah planning jangka panjang  dan gak pernah berhenti agar kita semua secara berkelanjutan membeli produk mereka.

Saya akui beberapa menurut saya memang diperlukan, ga tau deh apa saya jadi korban corporate juga kali ya hehe..

Yang manusia butuhkan manusia sebenarnya terbatas sekali, contoh sederhana adalah makanan kita sehari-hari. Sebenarnya yang dibutuhkan untuk tubuh kita untuk kenyang setelah lapar gak banyak. Tapi gara2 gambar menu yang menarik seperti beli paket A, paket B, dst jadilah yang tadinya cuma butuh menu A jadi pilih paket B 🙂

Lain contoh mengenai gadget or smart phone, bulan ini tipe smartphone A, bulan depan baru lagi tipe B, bulan depan lagi merk lain dengan tipe yang lebih canggeeh bin ajaib dan sebagainya. Sebenernya kan yang dibutuhkan bisa telpon2an + sms or bb-an lah minimum. Namun akibat strategi global korporasi, lifestyle sekarang kalau mau beli handphone  harus mikirin cameranya berapa mega pixel, videonya udah HD blum, touch screen gak, OSnya android apa bukan,  ? Sampai saya baca dikompas  Minggu kemarin terkait aplikasi instagram sudah support os android katanya kira2 gini :

“don’t follow me if you are using instagram for android ”

Dari tweet itu bisa kita simpulkan saat ini brand become people religion, brand sudah seperi agama..sampe segitunya ya..

Soo take less to live more..

 

 

 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe: rss | twitter | +