:into minimalism : less is MORE

mengetahui, menyukai, menghayati

Beberapa hari lalu baca kembali komik kungfu boy edisi terbaru dan menemui kata2 yang cespleng banget,

Mengetahui tidak bisa melebihi yang Menyenangi, begitupun juga yang Menyenangi tidak bisa melebihi yang Menghayati..

Kalimat di atas berlaku untuk semua profesi, coba kita ambil contoh seorang musisi baik itu seorang pengamat musik, pemain gitar, drum, keyoardist, pianist, composer, produser, dsb

Musisi Mengetahui, cuma sekedar mengetahui ilmunya mungkin dia belum sadar passion dia sebenearnya dibidang apa. Bole jadi karena ikut-ikutan, terpaksa sehingga mau gak mau mesti tahu ilmunya dan itupun sekedar tahu, tidak mendalami secara keseluruhan tentang profesinya. Contoh yang kita dapat lihat label musik atau stasiun TV yang ada acara musiknya yang hanya mengetahui ilmu tentang bisnisnnya tapi terkadang hanya mengejar rating, dapat iklan banyak, tanpa memikirkan dampak dari apa yang mereka buat terhadap masyarakat.

Musisi Menyukai, nah kalau yang ini kebanyakan bakalan  expert dibidangnya karena dia menekuni musik karena SUKA ! Apapun halangannya pokoknya kalau sudah cinta mah, maju teruss sampai gak inget waktu, lupa makan, lupa anak, lupa istri hehe bahkan ada yang bersedia gak dibayar jika temen atau sahabat meminta bantuan jasanya sebagai musisi.

Namun terkadang saking cintanya dengan profesinya lagi-lagi dia tidak memikirkan imbas dari apa yang ia lakukan, apa yang ia contohkan, apa yang ia katakan baik itu kepada orang-orang lingkungan sekitarnya, apalagi dia sudah menjadi public figure, dampaknya sangat cepat menyebar kalau positif sih bagus tapi kalau yang disebar negatif ? wasalam.

Musisi Menghayati, kalau yang ini bukan sekedar menyukai tapi menghayati profesinya sampai ke tingkat level spiritualitas. Dia menyukai, mencintai sekali profesinya, namun dalam  menekuni profesinya dia mengerti bahwa kebebasan dan kepentingan dia dalam berekspresi, bereksperimen, berbisnis, dll dibatasi juga dengan kebebasan dan kepentingan orang lain. Jika perbuatan, percontohan, karakter masih inline atau saling menguntungkan untuk kebaikan orang banyak maka lanjut ! namun jika akan berakibat negatif bagi orang2 dia tidak akan teruskan dan akan mencari ide lain yang lebih positif.

Jadi, semua yang dia lakukan bukan hanya sekedar menyukainya namun lebih sebagai ibadah, syiar untuk kebaikan dalam perjalanan menuju Tuhan.

udet

@papiudet
http://udet.web.id
http://MacaroniMami.com

 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe: rss | twitter | +