:into minimalism : less is MORE

Kebun binatang jadi-jadian

Gak kerasa sudah waktu pulang kantor nih dan hari penuh keburuntungan dapet tebengan motor plus pinjeman helm hehe.. Alhamdullilah tiba selamat utuh sampai diruma  and can’t wait to play with my angel Khosyi. Hmm main dan belajar apa ya sore ini ya ?? ting ! oh ya kebetulan dibelakang rumah ada masjid dimana sisi samping halaman masjid dijadikan tempat alokasi hewan qurban  yang sebentar lagi dirayakan Jumat ini. Dan tempat itu saya namakan kebun binatang jadi-jadian hehe, walaupun binatangnya kambing doang namun putri saya tidak mengenal pemikiran ini. Walaupun  saat saya berjalan disamping kandang  kambing jadi-jadian juga, bau nya itu loh cukup menyengat khas bau kambing+ kotorannya hehe, namun dari mimik muka Khosyi gak terlihat sedikitpun tanda2 complain untuk bau yang menyengat ini karna terlalu fokus ada kambingnya bukan pada baunya. Itulah anak kecil fokus, fun, dan enjoy, dia sangat exciting !! maklum mungkin  karena baru kali ini liat mahluk begini di dunia yang baru dihuni olehnya selama 2 thn  1 bulan.

Kebun binatang jadi-jadian ini banyak memberi pelajaran yang saya yakin langsung nempel di otak anak saya tentang yang namanya kambing ini dengan makanannya yaitu rumput. Dah gitu gak perlu beli makanan layaknya di taman safari untuk ngasih makanan binatang, cukup cabut rumput2 liar yang sudah ada di halaman masjid alias semua gratis !. Wisata ini juga,  tidak kalah serunya ketika saya dan keluarga ke taman safari, dufan, atau ke tempat-tempat wisata conventional lainnya. Disini  jg terlihat anak2 yang di sekitar komplek juga ikut bermain layaknya di kebun binatang yang sebenarnya.

Ada yang menarik lagi ketika selesai tour di “kebun binatang” , dimana ketika jalan pulang di halaman masjid terlihat anak2 komplek sekitar rumah sedang asik2nya bermain sepeda. Dan terlihat salah satu sepeda seorang anak,  rantainya terlepas  ” Kak rantai sepedanya putus tuh ” sapa saya dan anak itu terlihat bingung sambil lihat rantainya. Saat itu juga di diri saya perang batin apakah saya betulkan atau cuma bilang saja bahwa rantainya putus? Akhirnya saya bantuin dengan niat sebagai memberikan contoh kepada putri saya hehe jadi rada gak tulus nih nolonginnya ya wess lah tulus gak tulus yang penting sepedanya uda bener :). Terlihat diwajah anak saya dengan memperhatikan tangan saya yang kotor sambil membenarkan rantai yang putus sambil bilang beberapa kata ” Papi tangannya kotor” , ” Papie yang ini kali yang uuusak ( rusak )  ? “, ” Papie lagi beneyin sepeda kakak ya ?” Papie nolongin kaka ya? Subhanallah.

Memang salah satu strategi saya adalah untuk terus menstimulus otak anak saya dengan cara bermain sambil belajar  sesuai dengan salah satu guru favorit saya dalam pendidikan anak secara holistic yaitu Ayah Edy dengan misinya membangun keluarga yang kuat dari keluarga. Menurut saya yang paling penting dalam mendidik anak adalah 3 hal yaitu contoh, contoh, dan contoh. Ini juga menjadi investasi saya di masa depan dimana anak adalah titipan yang nanti akan dimintai pertanggung jawaban.

Semoga bermanfaat

Udet



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe: rss | twitter | +