:into minimalism : less is MORE

Cara Saya Menaklukan Jakarta

Senin sore Kemarin 25 Oktober 2010, Jakarta diguyur hujan lebat + angin. Sudah jam 4 sore dan pengen langsung pulang yaa emang pulang jam 3 sore di kantor soalnya masuk jam 7 pagi. Tapi jarang pulang jam 3 teng..soalnya nanggung sama kerjaan atau keasikan kerja..hehe. Hujan adalah alasan klasik dan paling gampang untuk dijadikan alasan jika kita punya planning atau sudah janji dengan seseorang. Namun saya berlatih terus untuk selalu disiplin untuk waktu, dari bersyukur atas hari ini, susun planning, dan action yang menjadikan sesuatu itu menjadi berarti.

Akhirnya pulang aja dan coba ambil sudut pandang lain dimana orang2 stay di kantornya, sedangkan saya ambil keputusan untuk balik ke rumah dengan harapan jalanan masih lancar. Tas tutup plastik, jass hujan mode=ON let’s go !
Setelah melewati beberapa genangan air, deg2an juga sih soalnya beberapa motor bebek sudah monggok karena busi udah masuk angin :). Sempat puter balik di Permata Hijau karena arus kali lebih tinggi dari aspalnya alias banjirr..tapi Alhamdullilah sampai dirumah jam 5 sore.

Ini beberapa tips untuk menaklukan Jakarta.

1. Stop complaining, more you complain then you get more to complain 🙂

2. Cari sudut pandang lain dari setiap kejadian dan nekad untuk bersyukur. Contoh jika hujan lebat Alhamdullilah masih hujan, banyak negara yang dilanda kekeringan, ojek payung laris ketumpahan rejeki, jika macet ya masih mending macet daripada tsunami/ gempa bumi ??

3. Nikmati, ini yang paling penting. Ogut biasanya coba menikmati semua perjalanan liat2 sekeliling pasti ada pembelajaran, ide yang dapat diambil, tapi ingat ! jangan meleng , tetep konsen ya :). Misalnya setiap pagi saya ngeliat Ibu2 gendong anaknya yang masih bayi/balita sekitar jam 7 pagi, untuk jadi jockey 3 in 1. Anak tersebut terlihat tertidur lelap yang seharusnya tidak pantas mereka sudah bekerja menemani Ibunya. Tapi itu semua harus mereka lakukan untuk menjemput rizki dari segala kemungkinan yang ada . Saya bersyukur masih mempunyai motor, membiayai keluarga, mempunyai pekerjaan yang baik, mempunyai bisnis kecil2an, dan masih banyak lagi nikmat yang telah diberikan.

4. Jika bawa motor biasanya saya pake earphone untuk dengerin musik/radio tapi jangan gede2 ya..Jadi waktu yang dihabiskan di jalanan biasanya saya manfaatkan untuk dengerin radio2 bisnis, favorit saya siih Smart FM , Delta FM, Trijaya tentang insipirasi, bisnis, motivasi, kisah sukses, ceramah dll. Kadang malah saya rekam karena bagus banget salah satunya saya kasih gratis di blog ini dari Pak Tung Desem. Nikmati..coba nikmati joy..acceptance and the miracle will come to you unpredictably 🙂

Semoga tips di atas dapat bermanfaat, lebih kurangnya silahkan di lebihin atau dikurangin sendiri ya..maklum ini kan metode saya..hehe..
Salam syukur dan enjoy

Udet



2 responses to “Cara Saya Menaklukan Jakarta”

  1. Lutfiel says:

    Kunjungan balasan…matur suwun Kang Udet…kalimat terakhir:

    the miracle will come to you unpredictable..

    Menurut ane, selaku pengajar bahasa seharusnya:

    the miracle will come to you unpredictably…

    Hehehe..Just in case Bos.

    Rgd

  2. udet says:

    Wah terima kasih suhu, sudah saya koreksi..terima kasih juga udah mau mampir..hehe..btw turut prihatin dan berdoa untuk musibah banjir kemarin bang maaf gak bisa silaturahmi ke rumah :)..salam buat keluarga..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe: rss | twitter | +