:into minimalism : less is MORE

Cara mengetahui apakah diri kita sudah merdeka atau belum?

Indonesia saat ini sudah merdeka sudah 65 tahun tapi ini sesungguhnnya itu adalah kemerdekaan fisik merdeka yang seutuhnya semestinya bukan hanya kemerdekaan fisik saja karena manusia itu adalah bukan hanya mahluk fisik. Manusia mempunyai 4 dimensi : dimensi fisik, dimensi sosial emosional, dimensi mental, dan dimensi spiritual. Nah yang namanya kemerdekaan seutuhnya adalah merdeka di semua dimensi2 itu.

Berikut definisi merdeka menurut mas Arvan Pradiansyah dari talk show beliau di smart fm minggu lalu

Esensi kemerdekaan itu adalah menjadi Pemimpin, menjadi Tuan, menjadi Khalifah, menjadi Dalang, dan menjadi Sutradara terhadap kehidupan kita sendiri.

Ok darimana kita tau bahwa kita ini sudah merdeka apa blum ya?  Menurut mas Arvan mari kita tanyakan kepada diri kita masing-masing empat pertanyaan sederhana berikut

1. Siapa yang menentukan perasaan Anda ? Anda sendiri atau orang lain ?

Seharusnya yang menentukan perasaan kita adalah diri kita sendiri, namun sering kali yang menentukan kita bahagia atau tidak, adalah orang lain, lingkungan, kondisi keuangan dll. Analoginya agar lebih dimengerti adalah seperti kita membawa remote control kita. Idealnya remote kontrol kita seharusnya kitalah yang membawa sendiri namun sering kali tanpa disadari, kita  menyerahkan remote kontrol kita kepada orang lain. Dan orang itu dapat dengan bebas menekan tombol2 remote tsb. Dimana orang itu contoh hanya menekan tombol bahagia dan mengarahkan ke diri kita seketika itu kita akan bahagia. Begitu juga dengan tombol2 lainnya, ngerti kan maksudnya hehe..

2. Apakah kita punya ketergantungan dengan apa yang kita miliki?

Banyak orang mengatakan saya bahagia punya harta benda, rumah, mobil, keluarga dll. Pertanyaan jika anda memilki itu semua, semua itu akan pasti  hilang sekali lagi Pasti ! Karena semua sudah hukum alam atau Sunatullah. Jika semua itu hilang apakah kita masih bahagia? Jujur memang butuh perjuangan untuk mencapai bahagia tanpa syarat.Terdapat dua konsep untuk hal di atas yaitu memiliki dan dimiliki.

2.1. Memiliki : Orang yang merdeka adalah orang yang memiliki. Contoh saya memiliki uang berlimpah, saya memilki rumah ideal , saya memiki keluarga yang harmonis, saya memiliki bisnis yang sukses besar,

dsb. Ini adalah konsep orang yang masih merdeka karena kalau kita memiliki sesuatu maka seharusnya sesuatu
itu dibawah kehendak  kita.

2.2. Dimilki : Orang yang bahaya adalah orang yang dimiliki, orang yang dimiliki adalah orang yang belum merdeka karena orang yang dimiliki adalah orang yang masih dijajah oleh apa yang ia miliki. Banyak orang yang memiliki uang, padahal sesungguhnya ia dimiliki oleh uang,  dia merasa uang itu telah  menjadi Tuhannya..jadi bukannya ketuhanan yang maha esa lagi melainkan keuangan yang maha esa 🙂 . Dimana mereka telah diperbudak uang,  padalah yang bagus adalah memperbudak uang. Dimiliki ini termasuk peran2 kita juga, terkadang kita sering mengindentifikasikan diri kita dengan peran-peran. Misalanya saya adalah presiden, saya adalah pengusaha, saya adalah direktur dll. Nah jika sudah tidak menjadi presiden atau  tidak menjadi direktur ? maka terkadang mereka kehilangan dan powerless. Kalau memang seperti ini adanya maka ini sudah menjadi konsep dimiliki bukan lagi memiliki.

3. Apakah kita memiliki ketergantungan pada konsep2, pemahaman, pada paradigma, ajaran2 yang kita pahami sebagai kebenaran?

Sering kali kita sangat kagum sama seseorang dan apapun yang seseorang itu katakan maka kita anggap sebagai kebenaran dan kita langsung kehilangan sifat kritis lagi. Oia seseorang ini selain Nabi besar Muhammad SAW atau nabi2 lainnya yang sudah pasti kebenarannya loh.. Sesungguhnya orang yang sudah hilang sikap kritisnya maka ia sudah memiiki sifat ketergantungan. Ketergantungan pada konsep, pada orang tertentu, paradigma tertentu. Ini yang namanya Taklid.Taklid adalah menerima buta atau menerima bulat-bulat tanpa dipikirkan kembali dan dianggap sebagai kebenaran dan merasa diri kita sudah benar. Dan jika merasa diri sudah benar maka kita tidak mau mendengar versi pihak lain lagi . Karena sesungguhnya manusia tidak akan pernah benar 100%, karena jika kita merasa benar 100% maka kita telah ‘Menuhankan’ diri kita. Maka jika ada menganggumi seseorang atau tokoh maka jangan di telan bulat2 dengan apa yang dia katakan, harus di cross check , dianalisa, dipikirkan terlebih dahulu.  Termasuk tulisan ini 🙂

4. Apakah anda itu, pikiran yang mengendalikan perasaan atau perasaan yang mengendalikan pikiran ?

Orang yang merdeka adalah orang yang pikirannya berada di atas perasaannya. Orang yang dijajah atau orang yang belum merdeka adalah orang yang perasaannya yang mengendalikan. Mari kita tanya pada diri kita masing2, kita ini pikiran yang mengendalikan atau perasaan yang mengendalikan.

Demikian, semoga bermanfaat.

Dirgahayu Indonesiaku ke 65 tahun semoga kita dapat terus mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif dan Indonesia kembali menjad tuan rumah dalam bidang apapun dirumahnya sendiri 🙂

Merdeka !!

Udet



One response to “Cara mengetahui apakah diri kita sudah merdeka atau belum?”

  1. […] Apakah kita sudah merdeka ? silahkan lihat postingan ogut sebelumnya tepat satu tahun yang lalu di sini […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe: rss | twitter | +